Jumat, 23 Januari 2009

METODE KERJA GALIAN TANAH

1.0 REFERENSI

1.1 Spesifikasi teknis pekerjaan galian tanah dan gambar-gambar pelaksanaan.
1.2 Rencana Mutu Proyek


2.0 ALAT

2.1. Alat ukur (survey); Theodolit dan Autolevel
2.2. Excavator
2.3. Dump truck
2.4. Dozer
2.5. Compactor
2.6. Pompa air
2.7. Pacul
2.8. Dan lain-lain

3.0 LANGKAH KERJA

3.1. Persiapan

a. Menentukan metode yang akan digunakan, dalam arti menentukan start penggalian, akses masuk untuk alat berat, skala prioritas penggalian serta kaitannya dengan tahapan pekerjaan lain yang diharapkan tidak terjadi tumpukan pekerjaan yang satu dengan yang lainnya.
b. Akses masuk alat berat/ dump truck perlu diperhatikan agar disediakan akses masuk yang baik, agar tidak terjadi tanah amblas, sehingga sirkulasi transportasi alat + dump truck menjadi terganggu.
c. Schedule pelaksanaan dimana kaitannya terhadap penyediaan alat berat, jumlah dump truck, faktor cuaca, kapasitas galian per hari, penentuan subkontraktor galian. Point subkontraktor galian harus dilihat dari segi bonafiditas dan referensi yang ada, agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja akibat kegagalan kontraktor yang mengerjakan sehingga berdampak terhadap schedule.
d. Biaya:
- Analisa anggaran biaya yang tersedia untuk pekerjaan galian.
- Pelajari data hasil test tanah yang ada (sondir, dll), untuk kemudian dilanjutkan dengan metode galian yang akan dipakai.
- Proteksi kelongsoran yang diakibatkan galian, oleh karena itu dengan melihat hasil test tanah yang ada, serta spesifikasi tanah yang ada maka untuk mencegah kelongsoran galian dapat dengan:
i. Permukaan galian dikamprot.
ii. Permukaan galian dikamprot (+ kawat locket)
iii. Cerucuk bambu
iv. Soil nailing
- Faktor pertimbangan kapasitas dump truck kecil = 7 m³.
Faktor pertimbangan kapasitas dump truck besar = 17 m³.
Durasi excavator sampai naik ke dump truck 20 sampai dengan 25 menit.
Berdasarkan survei jumlah ritase 1 dump truck/ hari = 4 sampai dengan 5 rit.
Lokasi pekerjaan, faktor cuaca, tingkat kemacetan, lokasi pembuangan tanah berpengaruh terhadap jumlah ritase per hari.
- Korelasi dengan schedule
Lama pelaksanaan galian:
Volume galian total (m³) = …… dump truck/ hari
Kapasitas 1 dump truck x jumlah ritase: dump truck/ hari
Jumlah dump truck per hari = Jumlah dump truck/ Waktu yang diinginkan
Waktu penyelesaian yang diinginkan
- Faktor yang harus dipertimbangkan:
i. Faktor kesulitan di lokasi penggalian lama pemuatan tanah dari excavator ke dump truck.
ii. Lamanya pembuangan tanah ke lokasi buangan, tingkat kemacetan dll, akan mempengaruhi jumlah ritase per 1 dump truck.
iii. Kapasitas 1 buah excavator dalam 1 hari bisa mencapai ± 15 – 18 ritase/ hari  255 m³ - 306 m³.
iv. Apabila lokasi penggalian cukup luas dan schedule pekerjaan yang sangat singkat, apabila lokasi memungkinkan maka dapat digunakan 2 buah excavator, tetapi perlu dipertimbangkan dari segi biaya dll, lokasi pekerjaan memungkinkan atau tidak.
3.2. Pelaksanaan

A. Turap

a. Untuk bidang penggalian yang besar dan luas/ dalam dan berbatasan dengan bangunan lain, untuk mencegah terjadinya kelongsoran perlu disiapkan Sheet Pile, Continous Pile, H pile.
b. Untuk bidang yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu dalam dapat digunakan cerucuk bambu dan permukaan tanah dikamprot, selama tidak terjadi hujan terus menerus cerucuk bambu ini cukup untuk menahan kelongsoran.
c. Salah satu metode pencegah kelongsoran pun dapat menggunakan Soil Nailing yaitu dengan pengeboran lubang pada bidang tegak, masukkan besi dan di grouting.
d. Pembuatan Caping Beam untuk turap-turap tersebut diatas.


B. Pengalian
a. Meneliti keadaan lapangan terhadap kemungkinan adanya pipa-pipa air, kabel listrik, telpon dan lain-lain.
b. Menentukan batas daerah galian (survei dan marking koordinat serta elevasi). Perencanaan yang matang untuk mengkorelasikan antara schedule per blok galian dengan jumlah alat berat yang harus disediakan serta kapasitasnya.
c. Menyiapkan data kerja.
d. Perlu dibuatkan beberapa titik pemantauan kelongsoran, ditaruh di tempat yang aman, sehingga apabila terjadi pergerakan bidang galian dapat diketahui sejak dini. Penggalian yang sulit dijangkau oleh alat berat, harus dikombinasikan dengan menggunakan alat manual (Manual Excavation).
e. Faktor safety terutama untuk manual excavation perlu mendapat perhatian yang lebih terutama untuk tenaga kerja yang bekerja di lokasi galian.
f. Untuk penggalian dengan level di bawah muka air tanah, perlu disiapkan sump pit/ dewatering untuk menjaga keseimbangan air di sekitarnya, karena apabila tidak disiapkan sistem dewatering yang baik, maka resiko penurunan level air sekitar tinggi sekali dan kesulitan di dalam penggalian.

3.3 Gangguan Air
a. Perlu mendapat perhatian yang besar untuk selalu mengontrol dan mengendalikan muka air tanah dengan pompa-pompa submersible atau dewatering system.
b. Lokasi galian diusahakan harus kering.
c. Melindungi tepi-tepi/ lereng galian dari terpaan air yang terus menerus karena merupakan faktor kelongsoran yang tinggi.
d. Harus disiapkan sump pit.

3.4 Perbaikan Pekerjaan
a. Jika terjadi pergerakan tanah atau kelongsoran segera hentikan pekerjaan.
b. Melakukan pencegahan kelongsoran selanjutnya dengan perbaikan turap yang ada ataupun penambahan turap yang baru.
c. Jika karena gangguan air, maka air harus segera dikeringkan/ disalurkan.
d. Memeriksa keadaan Bench Mark, bangunan sekitar, jalan yang ada, agar tidak terganggu.
e. Jangan membebani tepi galian dengan penumpukan tanah galian maupun material lainnya.





4.0 PEMERIKSAAN / PENGETESAN
4.1. Persiapan
4.2. Batas galian
4.3. Kemiringan galian
4.4. Jenis tanah galian
4.5. Level (Awal dan akhir)
4.6. Proteksi (Jenis Sistem)
4.7. Dewatering

5.0 REKAMAN
5.1. Pemeriksaan Pekerjaan Galian Tanah

6.0 LAMPIRAN
6.1. Form Pemeriksaan Pekerjaan Galian Tanah

1 komentar:

Juventini mengatakan...

terima kasih gan metodenya..
ane sekarang memang lagi nyari ini..
i like it